Oleh: bsimamora | 18 September 2008

Mendulang Pasir Besi dari Pantai

KABUPATEN Seluma adalah satu dari tiga kabupaten baru di Provinsi Bengkulu, yang lahir melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003. Dua kabupaten lain adalah Kaur, yang juga pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Mukomuko, yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Utara.

Kelahiran kabupaten-kabupaten baru tersebut tentu saja bertujuan untuk lebih memakmurkan warganya, termasuk mengangkat penduduk miskin hingga bisa hidup berkecukupan. Itulah harapan. Itulah cita-cita warga Seluma ketika hendak memisahkan diri dari Bengkulu Selatan.

Upaya untuk menuju kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga kabupaten baru tersebut tentu saja harus didukung dengan sumber daya yang memadai, baik berupa sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Dalam masa sekarang, sumber daya alam tetap akan menjadi andalan untuk memajukan kabupaten yang terbagi dalam lima kecamatan tersebut.

Sejumlah potensi, berupa sumber daya alam, tentu saja dimiliki Kabupaten Seluma. Dari potensi yang ada itulah diharapkan nantinya akan datang para pemilik modal untuk menanam investasinya di Kabupaten Seluma. Salah satu potensi yang bisa diandalkan Kabupaten Seluma adalah berupa deposit pasir besi yang ada di sepanjang pantai di kabupaten itu.

Pantai yang menghadap langsung ke Samudra Hindia itu tidak hanya memiliki panorama alam indah yang bisa dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata semata. Pantai di Kabupaten Seluma ternyata juga mengandung pasir besi.

Seperti yang dikemukakan Pejabat Bupati Seluma Husni Thamrin bahwa potensi pasir besi di sepanjang pantai Seluma tergolong luar biasa.

“Pasir besi yang ada di pantai itulah yang akan menjadi salah satu andalan untuk membangun Kabupaten Seluma. Depositnya luar biasa karena terdapat di sepanjang pantai Seluma, yang panjangnya hingga 97 kilometer,” ujarnya.

PASIR besi itu hingga saat ini masih belum dieksploitasi karena memang belum ada investor yang berminat untuk datang menggarapnya. Akan tetapi, menurut Husni Thamrin, pada saat ini sebenarnya telah ada satu perusahaan yang berencana menanamkan investasinya untuk mengeksploitasi pasir besi tersebut.

“Kalau ada investor yang masuk dan mengeksploitasi pasir besi, tentu akan ada sumber penghasilan yang memadai bagi Seluma,” ujar Husni Thamrin.

Di dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia disebutkan bahwa pasir besi adalah bijih laterit dengan kandungan pokok berupa mineral oksida besi. Pasir besi biasanya mengandung juga beberapa mineral oksida logam lain, seperti vanadium, titanium, dan krominum, dalam jumlah kecil.

Pasir yang mengandung bijih besi ini adalah bahan galian yang mengandung mineral besi, yang dapat digunakan secara ekonomis sebagai bahan baku pembuatan besi logam atau baja. Persyaratan utama yang harus dipenuhi adalah kandungan besinya harus lebih dari 51,5 persen.

“Pasir besi di pantai Seluma kadarnya 52 persen. Saat ini sudah ada perusahaan yang mengajukan penambangan pasir besi itu,” kata Husni Thamrin.

PASIR besi tentu saja tidak hanya satu-satunya bahan tambang yang diandalkan Kabupaten Seluma. Selama ini sudah ada bahan tambang lain yang telah dieksploitasi dari Bumi Raflesia di bagian selatan tersebut, yakni berupa batubara yang terletak di Kecamatan Sukaraja.

Kabupaten Seluma juga memiliki kekayaan tambang lain, seperti bentonit dengan deposit lebih dari satu juta ton. Lokasinya terdapat di Ilir Talo dan Ulu Talo.

Potensi tambang lainnya adalah oker. Dua jenis bahan tambang yang sangat potensial untuk menggali pendapatan asli daerah tersebut hingga saat ini belum dilirik oleh para pengusaha.

Eksploitasi berbagai jenis bahan tambang di Kabupaten Seluma tentu saja akan semakin memperkokoh fondasi ekonomi kabupaten baru tersebut. Seluma selama ini dikenal sebagai daerah perkebunan karet, kelapa, dan kelapa sawit serta perikanan laut. Di kabupaten ini pun terdapat perkebunan jagung yang cukup luas.

“Khusus untuk perkebunan kelapa sawit di Seluma, luasnya sekitar 48.000 hektar,” ujar Husni Thamrin.

Berbagai eksploitasi alam yang telah dan akan dilakukan tentu saja bertujuan agar kehidupan warga setempat bisa lebih makmur. Dan, itu tentu merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Seluma dan warga setempat.

Husni Thamrin menyebutkan, saat ini jumlah penduduk di kabupaten yang dipimpinnya sebanyak 169.000 jiwa. Mereka tersebar di lima kecamatan.

Kabupaten Seluma bertetangga dengan bekas kabupaten induknya, yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan, Kota Bengkulu, serta hutan lindung Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Lirikan dari para pengusaha tentu kini ditunggu warga Seluma. Jika investasi mengalir masuk ke daerah itu, kemakmuran rakyat Kabupaten Seluma tentu akan bisa diraih. Kemakmuran seperti yang dicita-citakan tentu harus diraih dengan kerja keras dan kerja sama semua pihak.

Jika hal itu terwujud, pemisahan diri Seluma dari daerah induknya, Kabupaten Bengkulu Selatan, tentu tidak menjadi sia-sia. (Agus Mulyadi)


Responses

  1. di saat kekuasaan di tangan…

    pembangunan bukanlah untuk rakyat, rakyat hanya sebagai penghalang pembangunan
    —-itulah gambaran yang ada—-
    penafsiran yang dangkal tentang pembangunan—


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: