Oleh: bsimamora | 18 September 2008

Tempat Eksplorasi Pasir Besi Garut Selatan Diserbu Massa

Bentrokan antara masyarakat yang menolak kegiatan eksplorasi pasir besi di Desa Mekarsari, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, dan petugas keamanan PT Asgarindo yang melakukan eksplorasi terjadi di lokasi penambangan, Sabtu (7/7) siang. Akibatnya, tiga karyawan PT Asgarindo terluka dan tiga unit mesin eksplorasi rusak.

Sejumlah warga Cibalong, Minggu, mengungkapkan, peristiwa ini sebenarnya tidak akan terjadi jika petugas keamanan PT Asgarindo tidak memancing amarah warga. Awalnya, warga dari Desa Mekarsari, Karyasari, Karyamekar, dan Cibalong yang berjumlah ratusan orang itu mendatangi tempat eksplorasi menyarankan agar kegiatan PT Asgarindo yang pada hari itu masih berlangsung dihentikan sementara.

“Masyarakat kan sempat beraudiensi ke DPRD Kabupaten Garut beberapa waktu lalu. Saat itu masyarakat menyampaikan penolakannya terhadap kegiatan eksplorasi pasir besi. Hasilnya, DPRD meminta waktu 14 hari untuk mencari jalan keluar masalah ini. Inilah yang menjadi pegangan masyarakat,” tutur Mulyana (32), warga setempat.

Akan tetapi, di lapangan, PT Asgarindo masih melakukan kegiatan eksplorasi. Inilah yang membuat masyarakat kesal. Tindak kekerasan ini pun, kata Mulyana, muncul karena masyarakat terpancing provokasi petugas keamanan PT Asgarindo.

Kepala Bagian Operasi Polres Garut Komisaris Ade Najmulloh membenarkan, pukul 10.00 ratusan warga dari Desa Mekarsari tiba-tiba menyerang dan melakukan perusakan alat-alat eksplorasi pasir besi.

Mereka juga, lanjut Ade, menganiaya karyawan PT Asgarindo di lokasi eksplorasi pasir besi yang berada di petak tambak udang galah. Akibatnya, tiga karyawan mengalami luka bacok dan memar. “Sebanyak 14 orang tenaga kerja asing berhasil diselamatkan,” katanya.

Meskipun sudah tidak ada aksi kekerasan, ia masih khawatir akan terjadi bentrok antara massa yang pro dan kontra eksplorasi pasir besi. Apalagi, menurut Mulyana, saat ini intimidasi terhadap tokoh masyarakat melalui telepon dan pesan singkat sudah mulai terjadi.

Dijaga polisi

Ia menambahkan, hari ini masyarakat berencana menyampaikan aspirasinya ke Kecamatan Cibalong. Warga ingin mengklarifikasi tindak kekerasan yang terjadi. Mereka akan menyatakan bahwa mereka melakukan hal tersebut karena terpancing provokasi petugas keamanan PT Asgarindo.

Hingga Minggu sore belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Garut terkait hal ini. Camat Cibalong yang dihubungi melalui telepon pun tidak menjawab panggilan.

Polres Garut sendiri memberangkatkan satu peleton dalmas dan masing-masing satu tim identifikasi, tim intelejen, dan tim dari reskrim untuk berjaga-jaga di Cibalong.

Polres juga sudah mengamankan beberapa orang yang dianggap sebagai provokator aksi massa. “Kami sudah mengamankan beberapa orang yang dianggap sebagai provokator di wilayah Pameungpeuk. Mereka diamankan di Polsek Pameungpeuk untuk menghindari aksi massa yang pro eksplorasi,” kata Ade.

Saat ini polisi juga masih mencari tiga orang lagi yang diduga kuat menjadi provokator dalam kejadian kemarin. (adh)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: